GP Ansor Pidie Jaya Gaungkan Semangat Militansi Lewat Seminar Transformasi Organisasi
Tim Redaksi
RencongNasional
Pidie Jaya – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pidie Jaya menggelar seminar bertajuk “Transformasi Pengurus, Akselerasi Gerakan Organisasi” di Aula Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Pidie Jaya, Kamis (27/8/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus GP Ansor se-Pidie Jaya, jajaran Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Pijay, perwakilan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), serta sejumlah organisasi masyarakat Islam lainnya.
Acara berlangsung dengan dipandu oleh Tgk. Barral Muharram, S.Pd sebagai pembawa acara, dan resmi dibuka oleh Tgk. Muhammad, S.Pd., M.Pd yang juga bertindak selaku Sekretaris Jenderal Ansor.
Banom NU Diminta Solid dan Aktif Berkelanjutan
Dalam sambutannya, Tgk. Muhammad menegaskan pentingnya soliditas seluruh badan otonom (banom) Nahdlatul Ulama dalam memperkuat organisasi. Ia mengingatkan agar semangat berorganisasi tidak hanya terlihat pada momen pelantikan semata, namun harus terus terjaga dan aktif dalam keseharian.
“Seluruh banom harus kompak dan terus memperkuat organisasi, jangan sampai hanya ramai saat acara pelantikan, setelah itu vakum.”
Ia menyebut banom-banom NU sebagai “mesin penggerak” NU di Pidie Jaya, sehingga seminar ini digelar untuk membangun pemahaman bersama tentang cara berorganisasi yang benar dan berkelanjutan.
Militansi Jadi Kunci Keberlangsungan Organisasi
Bertindak sebagai narasumber utama, Dr. Tgk. Syeh Khaliluddin, M.A yang juga menjabat Wakil Rektor III Institut Agama Islam (IAI) Ummul Ayman Pidie Jaya, memaparkan materi seputar komitmen berorganisasi. Ia mengakui bahwa menjaga keaktifan organisasi masyarakat (ormas) di Aceh bukan perkara mudah.
Dalam pemaparannya, Dr. Khaliluddin mengibaratkan organisasi sebagai satu tubuh yang utuh. Setiap elemen di dalamnya harus berfungsi aktif agar organisasi tidak kaku dan tetap dinamis bergerak.
“Organisasi yang telah dibentuk secara formal melalui pelantikan harus memiliki tujuan dan kegiatan yang jelas. Namun yang paling utama harus ditanamkan sejak awal adalah mental militansi,” jelasnya.
Menurutnya, militansi merupakan bentuk dedikasi yang tangguh dalam berorganisasi. Tanpa militansi, semangat berorganisasi akan kehilangan arah amaliah dan berubah menjadi sekadar formalitas material (maliyah). Ia menekankan bahwa setiap pengurus, termasuk Ketua Ansor, wajib memiliki visi dan misi yang jelas mengenai arah organisasi ke depan, serta pimpinan yang militan agar mampu menularkan karakter tersebut kepada seluruh jajaran di bawahnya.
Ia bahkan mengaitkan semangat militansi dengan sejarah perjuangan bangsa. “Negara ini merdeka karena militansi para pejuang,” tegasnya.
Dr. Khaliluddin juga membedakan antara kepemimpinan daerah dan kepemimpinan organisasi. Menurutnya, kepemimpinan daerah bersifat sementara, sedangkan organisasi harus berorientasi jangka panjang demi kemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.
Empat Alasan Pentingnya Militansi
Dalam paparannya, Dr. Khaliluddin merinci empat alasan mengapa militansi menjadi fondasi penting dalam sebuah organisasi:
- Bahan bakar organisasi sukarela: militansi menjadi energi penggerak bagi organisasi yang berbasis kesukarelaan.
- Ketahanan di tengah keterbatasan: militansi melahirkan daya tahan meski sumber daya serba terbatas.
- Anti-burnout dan anti-baper: mental militan membuat pengurus lebih tahan terhadap kelelahan emosional dan gesekan internal.
- Menjaga konsistensi dan solidaritas: militansi mempererat soliditas antarpengurus dan menjaga keberlangsungan gerak organisasi.
Ia juga mendorong agar GP Ansor Pidie Jaya membangun karakter khas berdasarkan kearifan lokal, sehingga keberadaannya berbeda dari daerah lain namun tetap memberi manfaat luas bagi masyarakat. Tak lupa, ia mengingatkan pentingnya memberikan apresiasi kepada kader-kader yang loyal dan berkinerja baik agar mereka merasa dihargai dan semakin termotivasi.
Diikuti Lintas Organisasi Kepemudaan Islam
Seminar ini turut dihadiri oleh sahabat-sahabat dari PERGUNU, IPNU, IPPNU, PMII, serta perwakilan ormas Islam lainnya di Pidie Jaya, yang menunjukkan antusiasme lintas organisasi dalam merespons isu penguatan kelembagaan dan regenerasi gerakan pemuda Islam di daerah tersebut.
Seminar ini diharapkan menjadi momentum bagi seluruh pengurus dan kader untuk semakin solid, aktif, dan konsisten dalam menjalankan roda organisasi demi kemaslahatan umat yang lebih luas. (DM)
