Sesditjen Pendis Kemenag Tinjau Langsung Pemulihan Pascabanjir di IAI Ummul Ayman Pidie Jaya
DM
Reporter Berita
Pidie Jaya — Institut Agama Islam (IAI) Ummul Ayman Pidie Jaya menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan kampus, meski baru saja dilanda banjir bandang. Peningkatan kapasitas dosen, pengembangan program studi, penguatan riset, integrasi keilmuan, hingga pembenahan sarana dan prasarana menjadi fokus utama pengembangan ke depan.
Hal tersebut disampaikan Rektor IAI Ummul Ayman Pidie Jaya, Dr. Tgk. Muhammad Zukhdi, M.A, saat menerima kunjungan Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Sesditjen Pendis) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. M. Arskal Salim GP., M.Ag., di Ruang Rapat Dosen IAI Ummul Ayman, Jumat (25/9/2026).
Dalam pemaparannya, Rektor menyoroti transformasi kelembagaan yang telah dicapai kampus tersebut dari sebelumnya berstatus Sekolah Tinggi kini resmi bertransformasi menjadi Institut. Transformasi ini, menurutnya, menjadi bukti nyata bahwa musibah tidak menyurutkan semangat civitas akademika untuk terus maju.
“Walaupun kami baru saja dilanda banjir bandang, namun tidak menyurutkan semangat kami dalam mendidik generasi.”— Dr. Tgk. Muhammad Zukhdi, M.A
Ia menambahkan, institut kini telah memiliki dua fakultas, yaitu Fakultas Syariah dan Hukum serta Fakultas Tarbiyah dan Dakwah. Ke depan, IAI Ummul Ayman berencana terus membuka program studi baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tanpa meninggalkan kerangka integrasi ilmu dengan nilai-nilai keislaman. Bahkan, rencana pembukaan program Magister (S2) juga tengah diwacanakan dalam waktu dekat.
Rektor turut menyampaikan apresiasi atas kunjungan dan perhatian Kementerian Agama, termasuk bantuan mobiler, beasiswa mahasiswa, serta dukungan bagi dosen dan tenaga kependidikan yang terdampak bencana.
Dorong Transformasi Menuju 2045
Sementara itu, Prof. Arskal Salim menekankan bahwa pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) harus diarahkan untuk menjawab tantangan pembangunan peradaban menuju 2045. Ia menggarisbawahi pentingnya peningkatan kapasitas dosen, transformasi kurikulum, penguatan riset dan inovasi, internasionalisasi perguruan tinggi, serta pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial.
Ia juga memberikan semangat kepada seluruh civitas akademika dan jajaran struktural IAI Ummul Ayman untuk tetap konsisten menjalankan tridarma perguruan tinggi di tengah kondisi pascabencana.
“Kami turut prihatin dan hadir untuk membantu sarana dan prasarana yang rusak. Nilainya memang kecil, tapi inilah salah satu bentuk kehadiran kami.”— Prof. Dr. M. Arskal Salim GP., M.Ag.
Bagian dari Monitoring Rehabilitasi Pascabencana
Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian monitoring rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Aceh pada sejumlah PTKI penerima bantuan pemerintah. Kegiatan tersebut dihadiri seluruh jajaran struktural dan SDM kampus, Ketua Yayasan Ummul Ayman (Waled Nu) yang menutup acara dengan doa, para Wakil Rektor, Kepala Biro, unsur LPM dan LPPM, para dekan, ketua program studi, serta civitas akademika lainnya.
Usai acara, Prof. Arskal bersama rombongan menyempatkan diri meninjau langsung kondisi area kampus yang masih menyisakan jejak lumpur dan saksi bisu keganasan banjir bandang yang melanda Pidie Jaya pada akhir tahun 2025 lalu. (DM)
