Sinergi GP Ansor Pidie Jaya, Akademisi, dan Ulama Bersihkan Dayah Terdampak Banjir di Pidie Jaya
PIDIE JAYA – Semangat gotong royong dan kepedulian sosial menyatukan berbagai elemen masyarakat di Pidie Jaya. Sejumlah organisasi kemasyarakatan, kalangan akademisi, hingga tokoh ulama terjun langsung dalam aksi kemanusiaan untuk memulihkan lembaga pendidikan Islam (Dayah) yang terdampak banjir bandang beberapa waktu lalu.
Kegiatan yang difokuskan pada pembersihan lingkungan pendidikan ini diawali dengan apel kesiapsiagaan dan doa bersama. Inisiatif ini diprakarsai oleh Gerakan Pemuda (GP) Ansor Pidie Jaya bersama Banser Tanggap Bencana (Bagana), serta mendapat dukungan penuh dari Nahdlatul Ulama (NU) Pidie Jaya.
Sinergi Lintas Sektor
Aksi kemanusiaan ini tidak hanya melibatkan unsur pemuda, tetapi juga menunjukkan kolaborasi intelektual dengan hadirnya para mahasiswa dari Universitas Jabal Ghafur (Uniga) Sigli. Para relawan bahu-membahu membersihkan sisa-sisa material banjir di tiga lembaga pendidikan utama:
- Dayah Irsyadul Ulum Al Aziziyah I
- Dayah Irsyadul Ulum Al Aziziyah II
- Dayah Al Hisab Al Aziziyah
Dua di antaranya sebelumnya diasuh oleh Almarhum Abi Rusydi, dan Dayah Al Hisab dipimpin oleh Tgk. Irwan, seorang ulama muda kharismatik yang sangat dihormati di wilayah tersebut. Kerusakan fasilitas akibat banjir sempat menghambat aktivitas pengajian, sehingga pembersihan ini menjadi prioritas utama.
Komitmen Melayani Masyarakat
Sekretaris GP Ansor Pidie Jaya, Muhammad, S.Pd., yang memimpin langsung jalannya aksi, menyatakan bahwa gerakan ini adalah bentuk kolaborasi nyata.
“Ini adalah panggilan hati untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah,” ujarnya di sela-sela kegiatan.
Senada dengan itu, Ketua GP Ansor Pidie Jaya, Muhammad Asrizal, S.Pd., menekankan pentingnya menjaga nilai kemanusiaan. “Gotong royong ini adalah wujud nyata kepedulian kami terhadap institusi pendidikan agama yang menjadi fondasi masyarakat,” tuturnya.
Peran Aktif Bagana
Ketua Bagana Pidie Jaya, Dr. Deni Mulyadi, M.A., menginstruksikan seluruh personelnya untuk bekerja dengan totalitas dan keikhlasan. Ia mengungkapkan bahwa Bagana telah aktif sejak hari pertama bencana terjadi.
“Sejak awal, Bagana telah bergerak mulai dari distribusi sembako, menjadi relawan lapangan, hingga memfasilitasi donatur baik dari dalam maupun luar negeri. Hari ini, kami bersinergi dengan NU dan akademisi untuk memastikan pendidikan di dayah kembali normal,” tegas Dr. Deni.
Harapan Pemulihan Pendidikan
Aksi bersih-bersih ini diharapkan mampu mempercepat pemulihan aktivitas belajar-mengajar. Dengan lingkungan yang kembali bersih dan sehat, para santri diharapkan dapat segera kembali mengaji tanpa hambatan infrastruktur.
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata bahwa persatuan antara organisasi pemuda, tokoh agama, relawan, dan akademisi mampu memberikan dampak positif yang konkret dalam proses rehabilitasi pasca-bencana di Kabupaten Pidie Jaya.
