Sambut Harlah NU ke-100, GP Ansor Kerahkan 150 Personel BAGANA untuk Percepatan Pemulihan Aceh
ACEH UTARA – Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) melalui Satuan Koordinasi Banser kembali menunjukkan aksi nyata dalam misi kemanusiaan. Sebanyak 150 personel Banser Tanggap Bencana (BAGANA) resmi dikerahkan untuk mendukung percepatan pemulihan wilayah Aceh pascabencana banjir bandang yang melanda pada akhir November 2025 lalu.
Pengerahan personel ini bukan tanpa alasan. Kegiatan ini dilaksanakan bertepatan dengan momentum peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama, sekaligus sebagai persiapan menyambut datangnya Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah. Diharapkan, proses pemulihan dapat rampung sebelum bulan puasa agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang.
Pelepasan pasukan BAGANA ditandai dengan apel resmi yang digelar pada Minggu, 1 Februari 2026, di Lapangan depan Kantor Pemerintahan Aceh Utara. Apel tersebut berlangsung khidmat, dipimpin langsung oleh perwakilan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor dan dihadiri oleh jajaran Ansor–Banser dari seluruh wilayah Aceh.
“Fokus Utama Operasi”
Personel akan disebar di lima kabupaten terdampak parah: Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang. Prioritas utama adalah normalisasi fasilitas publik.
Target Pemulihan Menjelang Ramadan
Kelima kabupaten yang menjadi sasaran operasi merupakan wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat banjir bandang tahun lalu. Kerusakan signifikan masih terlihat pada berbagai fasilitas publik dan lingkungan sosial masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, personel BAGANA akan menjalankan sejumlah agenda pemulihan strategis. Fokus kegiatan meliputi distribusi logistik, pendirian tenda darurat di titik yang masih membutuhkan, serta normalisasi dan pembersihan fasilitas vital.
Sasaran pembersihan meliputi dayah (pesantren), balai pengajian, tempat ibadah, dan madrasah. Seluruh kegiatan ini ditargetkan berlangsung secara maraton hingga menjelang masuknya Bulan Ramadan, memastikan sarana ibadah dan pendidikan kembali layak digunakan.
Melalui gerakan kemanusiaan ini, GP Ansor menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat. Langkah ini menjadi bukti bahwa peran Ansor tidak hanya terbatas pada ranah kebangsaan dan keagamaan, tetapi juga termanifestasi dalam aksi nyata penanggulangan bencana dan pemulihan sosial pascabencana. (DM)
