GP Ansor Pidie Jaya Hadir Menguatkan Dayah Istiqamatuddin Raudhatul Jannah Pasca Musibah Kebakaran
PIDIE JAYA – Merespons musibah kebakaran yang melanda Dayah Istiqamatuddin Raudhatul Jannah Desa Blang Kuta Kec. Bandar Dua Kab. Pidie Jaya, Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pidie Jaya melakukan kunjungan kemanusiaan. Kunjungan ini bertujuan untuk menyalurkan bantuan sekaligus menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga besar institusi pendidikan agama tersebut. Langkah ini merupakan representasi nyata dari komitmen sosial GP Ansor dalam mendampingi masyarakat yang tengah terdampak krisis.
Delegasi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua GP Ansor Pidie Jaya, Muhammad Asrizal, S.Pd., didampingi oleh Sekretaris Jenderal, Tgk. Muhammad, M.Pd., beserta jajaran pengurus lainnya. Kehadiran organisasi kepemudaan ini tidak hanya membawa dukungan moral bagi para santri dan pengurus dayah, tetapi juga diwujudkan secara konkret melalui penyerahan bantuan masa panik ala kadarnya berupa paket sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan mendesak pasca-kebakaran.
Dalam penyerahan bantuan tersebut, Ketua GP Ansor Pidie Jaya, Muhammad Asrizal, menyampaikan dengan penuh kerendahan hati bahwa bantuan yang disalurkan merupakan bentuk kepedulian dan rasa persaudaraan. “Hanya ini yang dapat kami berikan. Kami berharap jangan dilihat dari nilainya, melainkan dari keikhlasan dan nilai kasih sayang di antara kita sebagai sesama saudara,” ungkap Asrizal.
Ia juga menegaskan bahwa musibah seyogianya dimaknai sebagai ujian yang membutuhkan ketabahan dan kekuatan kolektif. “Kami turut berdukacita yang sedalam-dalamnya atas musibah yang menimpa keluarga besar Dayah Istiqamatuddin Raudhatul Jannah. Kami berdoa agar Allah SWT mengaruniakan kesabaran dan mengganti kerugian ini dengan keberkahan yang berlipat ganda,” tambahnya.
Lebih lanjut, Asrizal mengimbau adanya sinergi lintas sektoral. Ia mengajak elemen pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta para filantrop (dermawan) untuk berkolaborasi dalam upaya restorasi infrastruktur dayah, sehingga proses kegiatan belajar-mengajar (KBM) dapat segera beroperasi kembali secara optimal dan kondusif.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal GP Ansor Pidie Jaya, Tgk. Muhammad, M.Pd., menyoroti urgensi pemulihan fungsi edukasional dari fasilitas yang terdampak. Menurutnya, sebagai pusat transmisi ilmu pengetahuan agama tempat para santri menimba ilmu, terganggunya operasional dayah membutuhkan kepedulian bersama agar penanganan cepat dapat dilakukan dan anak-anak bisa kembali aktif belajar.
Musibah kebakaran tersebut boleh jadi merusak infrastruktur fisik, namun hal tersebut tidak boleh dibiarkan melunturkan determinasi para santri dalam menuntut ilmu, maupun melemahkan modal sosial masyarakat berupa semangat gotong royong. Melalui sinergi dukungan moral, kontribusi material, dan doa bersama, diharapkan Dayah Istiqamatuddin Raudhatul Jannah dapat segera melampaui fase pemulihan ini dan bangkit menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Semoga setiap langkah kepedulian yang diberikan menjadi amal saleh dan membawa keberkahan bagi semua pihak. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.
