STIS Ummul Ayman Resmi Menjadi Institut Agama Islam (IAI) Ummul Ayman, Tonggak Baru Penguatan Pendidikan Tinggi Islam di Aceh
Senin, 29 Juni 2026 | 14:30 WIB
PIDIE JAYA Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Ummul Ayman resmi bertransformasi menjadi Institut Agama Islam (IAI) Ummul Ayman. Penyerahan Surat Keputusan (SK) alih bentuk tersebut berlangsung di Kampus IAI Ummul Ayman, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Senin (29/6/2026), dan menjadi momentum penting dalam penguatan pendidikan tinggi Islam di Aceh.
SK alih bentuk diserahkan langsung oleh Staf Ahli Menteri Agama Republik Indonesia Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia Kementerian Agama, Dr. Faisal, SE, M.Si yang menegaskan bahwa perubahan status dari sekolah tinggi menjadi institut harus menjadi kebanggaan seluruh sivitas akademika, khususnya mahasiswa IAI Ummul Ayman.
Momentum bersejarah ini juga dihadiri secara langsung oleh pendiri sekaligus Ketua Yayasan Ummul Ayman, Ayahanda Waled Nuruzzahri yang akrab disapa Waled Nu. Turut hadir mendampingi, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, Bapak Drs. H. Azhari, M.Si., Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Pidie Jaya, Bapak Mulyadi, S.Ag., serta sejumlah tokoh penting dan pimpinan daerah Pidie Jaya lainnya.
Menurutnya, perubahan tersebut tidak boleh berhenti pada pergantian nomenklatur semata, melainkan harus diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan, tata kelola, serta daya saing institusi.
“IAI Ummul Ayman harus memiliki tekad besar untuk terus berkembang. Jumlah mahasiswa yang saat ini sekitar 800 orang diharapkan dapat meningkat hingga mencapai 3.000 mahasiswa, sehingga perubahan status ini benar-benar memiliki makna.”
Ia menambahkan, agar mampu menjadi pilihan utama masyarakat, IAI Ummul Ayman perlu memperkuat kualitas sumber daya manusia, meningkatkan kompetensi dosen, mengembangkan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, serta terus melakukan peningkatan mutu akademik.
Selain itu, Dr. Faisal menekankan pentingnya penyempurnaan kurikulum yang mampu mendorong mahasiswa berpikir kritis, memiliki kompetensi yang relevan dengan perkembangan zaman, serta didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai, termasuk penguatan kemampuan hard skill dan soft skill.
Sementara itu, Rektor IAI Ummul Ayman, Dr. Tgk. Muhammad Zukhdi, Lc., M.A., menyampaikan rasa syukur atas capaian bersejarah tersebut. Ia mengatakan, setelah 14 tahun berdiri sebagai STIS Ummul Ayman, kini lembaga tersebut resmi bertransformasi menjadi institut.
Menurutnya, perubahan status ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak yang selama ini berkomitmen memajukan lembaga pendidikan tersebut.
“Insya Allah, dengan dukungan dan kerja sama semua pihak, IAI Ummul Ayman akan terus berkembang menjadi perguruan tinggi yang unggul. Bahkan, sesuai harapan para pendiri, ke depan kami menargetkan IAI Ummul Ayman dapat berkembang menjadi sebuah universitas,” katanya penuh optimisme.
Apresiasi Pemerintah Daerah
Rektor juga berharap pemerintah dapat memberikan dukungan melalui program Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi mahasiswa IAI Ummul Ayman. Di samping itu, pihak kampus berencana membuka sejumlah program studi baru sebagai bagian dari pengembangan institusi menuju perguruan tinggi yang lebih maju dan kompetitif.
Pada kesempatan yang sama, Bapak Bupati Pidie Jaya, H. Sibral Malasyi, MA., S.Sos., M.E., menyampaikan apresiasi atas perubahan status tersebut. Ia menilai transformasi STIS menjadi IAI Ummul Ayman merupakan langkah strategis dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia di Aceh, khususnya di Kabupaten Pidie Jaya.
“Perubahan ini harus diiringi dengan peningkatan mutu pendidikan, tata kelola yang profesional, serta kemampuan answering tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai syariat Islam.”
Ia juga mengajak seluruh sivitas akademika dan para pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi serta bersama-sama membangun Kabupaten Pidie Jaya melalui penguatan sektor pendidikan.
Transformasi STIS Ummul Ayman menjadi IAI Ummul Ayman diharapkan menjadi awal lahirnya institusi pendidikan tinggi Islam yang semakin berkualitas, berdaya saing, dan mampu melahirkan sumber daya manusia unggul yang berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional, tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman yang menjadi karakter utama lembaga tersebut. (DM)
