Peningkatan Kapasitas Relawan Psikososial Pasca Bencana di Pidie Jaya: Kolaborasi Strategis LKK PBNU dan Kemenag RI untuk Pemulihan Psikososial Masyarakat

Pidie Jaya, 5 Januari 2026. Lembaga Kemaslahatan Keluarga Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LKK PBNU) bersama Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) sukses melaksanakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Relawan untuk Kegiatan Dukungan Psikososial Pasca Bencana di Aceh, yang digelar di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Pidie Jaya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan relawan lokal dalam memberikan dukungan psikososial bagi masyarakat terdampak bencana, khususnya pasca banjir bandang yang melanda wilayah Pidie Jaya. Dalam kegiatan ini, Kemenag Pidie Jaya melalui Kasi Bimas Islam, Bapak Zahari, S.Ag., M.H., menjadi tuan rumah pelaksanaan acara.

Sebanyak puluhan relawan yang terdiri dari guru PAUD, penyuluh agama, kader Nahdlatul Ulama, dan mayoritas pengurus Gerakan Pemuda Ansor Pidie Jaya, terlibat aktif dalam pelatihan ini. Kegiatan berlangsung dari pagi hingga sore hari dengan suasana penuh empati dan antusiasme.

Para peserta terlebih dahulu diberi ruang untuk menyampaikan kesaksian dan pengalaman pribadi saat menghadapi banjir bandang yang merusak rumah, sekolah, serta fasilitas umum di daerah mereka. Banyak di antaranya yang mengekspresikan emosi, mulai dari kesedihan mendalam hingga kekecewaan atas tidak ditetapkannya banjir tersebut sebagai bencana nasional.

Sebagai respons atas kebutuhan psikososial tersebut, LKK PBNU menghadirkan para narasumber profesional yang memiliki latar belakang akademik dan pengalaman di bidang psikologi dan sosial kemasyarakatan, antara lain: Nurmey Nurulchaq, S.Psi., MA., Psikolog, Dr. Nailatin Fauziyah, S.Psi., M.Si., M.Psi., Psikolog, Dr. (Cand.) Ratu Dian Hatifah, S.Ag., M.Ag, dan Sugeng Widodo, S.Psi.

Dalam sesi pemaparan, para pemateri memberikan pelatihan tentang pendekatan trauma healing dan penanganan psikososial lintas usia—anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Disampaikan pula bahwa bencana merupakan ujian sekaligus kesempatan untuk memperkuat solidaritas sosial dan meningkatkan ketangguhan komunitas. Pendekatan yang dibangun menekankan pentingnya berpikir positif, menerima kenyataan dengan lapang dada, serta terus bergerak menuju pemulihan bersama.

Sebagai tindak lanjut, para relawan diberikan pembekalan untuk melaksanakan Rencana Tindak Lanjut (RTL), yang mencakup: Kunjungan aktif ke posko-posko pengungsian, Pelaksanaan kegiatan trauma healing secara langsung, Pembukaan kelas darurat dengan pendekatan bermain dan edukatif, dan Pengaktifan kembali semangat gotong royong di lingkungan masyarakat.

Program ini menjadi langkah nyata sinergi antara Kemenag RI dan LKK PBNU dalam membangun kapasitas sumber daya lokal dalam penanganan dampak psikologis pasca bencana.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, namun juga ruang pemulihan emosional dan penguatan spiritual bagi para relawan yang selama ini menjadi garda terdepan dalam membantu sesama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *